Kreasi Pestisida Organik Warnai Praktik Siswa SMKN 7
PALANGKA RAYA — Suasana bengkel praktik SMKN 7 Palangka Raya, Kalampangan, Jumat siang (5/12/2025), berubah riuh oleh aktivitas para siswa yang tengah mengikuti bimbingan teknis pembuatan pestisida organik ramah lingkungan. Deretan bahan praktik tersusun rapi di meja: alang-alang, babadotan, air kelapa, ragi, belerang, garam, kapur, sabun colek, sabun cair, gula merah, jeruk nipis, bawang merah, bawang putih hingga EM-4.
Para siswa dibagi dalam lima kelompok. Dua kelompok meracik herbisida organik, dua kelompok lainnya membuat insektisida organik, sementara satu kelompok fokus pada pembuatan fungisida dan bakterisida organik. Tiap kelompok beranggotakan empat hingga lima orang.
Dalam pantauan di lokasi, para siswa tampak antusias. Mereka memotong daun, menggeprek bawang, mengaduk cairan fermentasi, hingga memblender bahan-bahan tanaman. Suara percakapan dan tawa menyatu dengan denting peralatan praktik. “Khusus moluskisida dan nematisida organik, hari ini hanya dilakukan pemaparan karena prosesnya cukup sederhana,” ujar narasumber dari BRMP Kalimantan Tengah, yang memandu kegiatan tersebut.
Proses peracikan membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam. Setiap kelompok menyelesaikan formulanya dan menuangkan hasil olahan ke dalam wadah masing-masing. Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi; para siswa bergiliran berfoto sambil memamerkan hasil racikan mereka—sebuah pengalaman belajar langsung yang sekaligus memperkenalkan pendekatan pertanian ramah lingkungan.
Bimtek ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menanamkan praktik pertanian berkelanjutan sejak dini, sekaligus membuka wawasan siswa mengenai alternatif pengendalian hama yang lebih aman bagi lingkungan.